Showing posts with label Sirah. Show all posts
Showing posts with label Sirah. Show all posts

Saturday, February 13, 2016

SUBHANALLAH.. !! APA PESAN DI BALIK KUCING MENDEKATI KITA SAAT MAKAN, MAU TAHU??

Pada riwayatnya, Nabi Muhammad SAW pun memelihara kucing, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza.

Meskipun tidak memelihara kucing, sebagian kita mungkin pernah didatangi oleh kucing saat beraktivitas, contohnya ketika sedang makan. Beberapa diantaranya mungkin memberikan makan, namun sebagian lagi justru mengusir kucing tersebut karena dianggap mengganggu.

SUBHANALLAH.. !! APA PESAN DI BALIK KUCING MENDEKATI KITA SAAT MAKAN, MAU TAHU??


Jika mengalami kondisi ini, jangan buru-buru untuk mengusir hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW itu. Berpikirlah sejenak kenapa kucing itu mendatangi Anda dan bukan orang lain yang juga tengah menyantap makanan serupa?

Tahukah Anda bahwa kucing yang datang itu ternyata membawa ‘pesan’ atau tanda? Berikut 3 tanda apabila kucing datang kepada kita dan bukan orang lain.

Pesan Pertama

Dikutip dari laman blog infoyunik.com Kedatangan kucing merupakan pertanda bahwa Allah SWT mengingatkan kita tentang hakikat memberi. Semua rezeki yang kita dapatkan bukanlah sepenuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang seharusnya kita keluarkan.

Seperti zakat fitrah dan zakat harta yang wajib dikeluarkan sebagai rukun islam yang harus dipenuhi.Tanpa menunaikan hal ini, tentu kita sebagai umat Islam belum menjalankan semua aturan wajib yang harus ditegakkan.

Dalam konteks kucing yang datang saat makan, mengingatkan kita bahwa karunia Allah yang kita terima juga harus dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Artinya dalam makanan yang kita santap, ternyata ada rezeki untuk kucing yang seharusnya kita berikan.

Pesan Kedua

Memberi makanan kepada makhluk Allah termasuk kucing merupakan sebuah kebaikan.
Sesuai dengan firmannya, Allah akan melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan lainnya. Terlebih jika kita memberikan dengan ikhlas dan tidak terpaksa.
Jika berbuat baik pada manusia, seseorang kerap menginginkan adanya balasan serupa dari orang lain.

Namun tidak demikian jika manusia berbuat baik kepada kucing. Hewan ini tentu tidak bisa membalas apa yang sudah kita berikan terhadapnya. Ketika membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasanya memberi dengan penuh keikhlasan.Tindakan inilah yang seharusnya dilakukan manusia ketika memberi sesuatu kepada orang lain.

Pesan Ketiga

Allah sedang memberitahu apabila kita tidak memberi makanan kepada kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yang akan Allah berikan kepada kita. Rezeki itu luas bukan hanya sekedar uang, tetapi meliputi semua kehidupan.

Semoga kita semua termasuk yang pandai membaca ‘tanda-tanda’ tersebut dan bisa menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing saat kita sedang menyantap makanan.

Sumber:http_mozaikislamterkini.blogspot_co_id/2016/01/subhanallah-apa-pesan-di-balik-kucing-mendekat-saat-kita-makan.html

Friday, February 12, 2016

Inilah 14 Golongan Orang Yang Didoakan Para Malaikat

Sebagaimana yang telah diceritakan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, Mengenai kedudukan para Malaikat yang selalu mentaati segala apa yang diperintah oleh Allah SWT. Bahkan Malaikat yang memiliki sifat ketaatan yang begitu tinggi kepada Tuhan ini, senantiasa juga selalu mendoakan kepada para golongan umat yang dikehendakinya. Maka dari itu, tentunya kita semua bisa sedikit menilik akan siapa saja yang akan mendapatkan do’a dari para Malaikat tersebut, agar kita semua bisa lebih berpacu dalam menggapai Ridho Sang Ilahi. 

Inilah 14 Golongan Orang Yang Didoakan Para Malaikat
image: aimislam.com

Keberkahan dalam hidup di dunia dan akhirat, itulah yang menjadi idaman bagi semua umat manusia yang selalu taat kepada Sang Pencipta. Sungguh luar biasa, di kala para Malaikat juga senantiasa mendoakan kepada hamba Allah yang taat tersebut. Hingga mereka semua bisa lebih mudah untuk mencapai jalan kebenaran yang diridhoi oleh Allah SWT. Dan berikut merupakan 14 golongan orang yang didoakan oleh para Malaikat Allah SWT.

1. Orang tidur malam dalam keadaan bersuci
Berdasarkan keterangan yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, dalam haditsnya yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, Bahwa ada salah satu golongan yang didoakan oleh para Malaikat. Yakni bilamana ada seseorang yang selalu keadaan suci (berwudhu) hingga sampai ia dalam keadaan tidur sekalipun, Maka golongan orang yang seperti ini, para Malaikat Allah akan selalu mendoakannya. 

2. Orang yang duduk di tempat setelah melaksanakan shalat
Para Malaikat Allah akan selalu mendoakan bagi orang yang telah melakukan shalat, setelah itu duduk di dalam tempat tersebut (tidak dalam keadaan batal wudlunya). Yang mana Malaikat akan berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, Ampunilah dan sayangilah ia”. Hal demikian memang sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi, yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah R.A.

3. Seseorang yang menjenguk orang Sakit
Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ali bin Abi Thalib, menjelaskan bahwa Allah akan mengutus sebanyak 70.000 Malaikat untuk mendoakan bagi orang mukmin yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit.  Dan para Malaikat pun senantiasa ber-shalawat kepadanya. Sehingga memang sudah selayaknya bagi kita sesama umat Muslim untuk menjenguk bilamana ada saudara, tetangga, bahkan kerabat yang sedang ditimba musibah atau sakit.

4. Orang yang berada di shaf barisan depan ketika shalat berjamaah
Berdasarkan hadits yang telah disabdakan Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu khuzaimah, Menjelaskan bahwa senantiasa Allah SWT beserta para Malaikat-Nya akan ber-shalawat kepada orang yang berada di shaf terdepan ketika menjalankan shalat berjamaah. Sehingga selain mendapatkan fadhilah akan shalat berjamaah, bagi mereka yang berada di shaf bagian paling depan, maka para Malaikat pun senantiasa juga mendoakan mereka.

5. Orang yang mengucapkan “Amiin” Setelah Imam membaca Al-Fatihah
Di kala ada seorang Imam yang sedang membaca surat Al fatihah kemudian makmum menjawabnya dengan ucapan “Amiin”, maka senantiasa Malaikat pun juga mengucapkan lafadz “Amiin” tersebut. Dan bagi para makmum dan imam yang sedang melakukan shalat berjamaah, maka dari situ para Malaikat akan mendoakan mereka semua. Hal demikian memang sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi, yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah R.A.

6. Orang yang tidak membiarkan Shaf kosong ketika shalat berjamaah
Bagi orang yang selalu mengisi shaf-shaf yang kosong atau menyambung shaf tersebut agar tidak kosong, maka para Malaikat akan senantiasa bershalawat kepada orang tersebut. Karena membiarkan barisan shaf yang kosong, sama halnya memberi peluang setan untuk menggoda setiap hamba Allah yang sedang beribadah kepada-Nya. Hal tersebut sesuai dengan hadits yang telah diriwayatkan oleh para ‘’Perawi’’ hadits yakni Imam Ahmad, Ibnu majah, Ibnu khuzaimah, Dan Al-Hakim. 

7. Orang yang duduk menunggu waktu shalat
Dengan mempersiapkan diri untuk selalu dalam keadaan  bersuci, serta menunggu waktu shalat sambil duduk di masjid, Maka Para Malaikat akan senantiasa mendoakan orang tersebut, “ Ya Allah, Ampunilah ia, Ya allah sayangilah ia”. Hal demikian berdasarkan hadits yang telah diriwayatkan olehImam Muslim dari perawinya yakni, Abu Hurairah R.A.

8. Orang yang melaksanakan shalat Subuh dan ‘Ashar berjamaah
Para Malaikat akan senantiasa memintakan pengampunan kepada Allah SWT, bagi siapa saja yang selalu menyempatkan dirinya untuk shalat berjamaah pada waktu shalat Subuh dan ‘Ashar. Dan begitulah penjelasan yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, dalam hadits beliau yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah R.A.

9. Orang yang berinfak
Dalam hadits shahih yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, menjelaskan bahwa ada dua Malaikat yang senantiasa mendoakan orang yang suka berinfak, dan mendoakan celaka bagi orang yang ‘’bakhil’’. Salah satu dari kedua Malaikat tersebut berdoa: “ Ya Allah, Berikanlah ganti bagi orang yang berinfak”. Sedangkan salah satu Malaikat lainnya juga berdoa “Ya Allah, Hancurkanlah harta orang yang pelit ( bakhil)”. Dengan begitu, para Malaikat juga senantiasa mendoakan orang-orang yang suka untuk meng-infakkan sebagian hartanya tersebut. 

10. Orang yang mendoakan saudaranya secara diam-diam
Bagi orang yang mendoakan saudaranya secara diam-diam, Maka Malaikat pun turut mendoakan, yakni Malaikat berdo’a: “ Amiin, dan Engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan”. Hal demikian memang sesuai dengan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari rawinya yakni Ummud Darda R.A.

11. Orang yang makan sahur
Dan berbahagialah bagi orang yang senantiasa menjalankan ibadah puasa, baik itu fardhu maupun sunnah. Terutama ketika mereka sedang sahur, maka malaikat akan senantiasa bershalawat kepada orang-orang tersebut. Di mana penjelasan tersebut memang sesuai dengan hadits Nabi, yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, dan Imam Ath Thabrani dari Abdullah Bin Umar R.A.

12. Seorang yang sedang mengajarkan kebaikan
Tidak hanya para Malaikat saja yang mendoakan orang-orang alim yang selalu mengajarkan kebaikan. Bahkan Langit, bumi, semut, dan ikan semuanya ber-shalawat kepada mereka semua. Dan tentunya orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, Maka diberi kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Hal demikian berdasarkan keterangan yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dari Abu Umamah Al Bahili.

13. Orang yang bershalawat kepada Rasulullah SAW
Banyak sekali majelis shalawat yang dikibarkan oleh kebanyakan orang. Dan orang yang selalu memberikan pujian kepada Rasulullah SAW, maka para malaikat pun juga senantiasa akan mendoakan orang-orang tersebut. Hal demikian berdasarkan Musnad Imam Ahmad no. 6605.

14. Orang yang bertaubat Nasuhah
Berdasarkan keterangan yang terdapat dalam Al-Quran surah Al Mukmin ayat 7-9, Menjelaskan bahwa bagi siapa saja yang bertaubat, Kemudian mengikuti jalan Allah dengan sepenuh hati, maka para malaikat akan senantiasa mendoakan mereka dan keluarganya. Sehingga orang yang bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan buruknya, maka mereka akan selalu didoakan para malaikat untuk menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.[
arbamedia.com]

Friday, February 5, 2016

Kisah Nyata Seseorang Masuk Syurga Karena Mengintip Wanita Mandi, Kok Bisa..???

Tsalabah bin Abdul Rahman ra adalah salah seorang sahabat yang mulia. Beliau berasal
dari kalangan Anshar, dan selalu setia melayani Rasulullah Saw sejak beliau ra masuk
Islam.

Suatu ketika dalam sebuah perjalanan untuk menunaikan sebuah urusan, secara tidak
sengaja Tsalabah ra melihat seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Rasa takutnya
akan Allah Swt muncul seketika, ia takut jika Allah Swt akan menurunkan wahyu atas
apa yang telah terjadi. Maka ia lari hingga mencapai pegunungan, tinggal disana dan
senantiasa bertaubat dan menangis kepada Allah Swt selama 40 hari.

Kisah Nyata Seseorang Masuk Syurga Karena Mengintip Wanita Mandi, Kok Bisa..???
ilustrasi
Malaikat Jibril as menyampaikan perihal ini kpd Rasul Saw, shg Rasulullah Saw
meminta kepada beberapa sahabat Anshar untuk menjemputnya. Ketika sampai Madinah,
Rasulullah Saw sedang memimpin shalat berjamaah. Maka shalatlah mereka, namun
Tsalabah ra masih dengan rasa berdosanya, memilih shaf paling belakang. Ketika ia
mendengar ayat Qur’an yg sdg dibaca Rasul Saw, ia seketika pingsan. Selesai shalat,
Rasulullah Saw membangunkannya dan menanyakan perihal dirinya.

“Apa yg menyebabkan kau pergi dariku?,” tanya Rasul.

“Dosaku, ya Rasulullah,” jawabnya.

“Bukankah aku pernah menunjukkan ayat yg dpt menghapus dosa dan kesalahan (QS.
2:201)?,” tanya Rasul.

“Betul, akan tetapi dosaku teramat besar, ya Rasulullah,” jawabnya.

“Akan tetapi, Kalam Allah itu lebih besar lagi,” jawab Rasulullah Saw.

Setelah itu, Rasulullah Saw memerintahkan agar Tsalabah dibawa kerumahnya. Namun
setelah sampai dirumah, Tsalabah ra jatuh sakit, hingga akhirnya Rasulullah Saw yang
mendengar kabar sakitnya Tsalabah ra menjenguknya. Tsalabah ra masih malu karena
rasa bersalahnya selalu menggeser kepalanya dari pangkuan Rasulullah Saw.

“Mengapa kamu geser kepalamu dari pangkuanku?,” tanya Rasulullah Saw.

“Karena kepala ini penuh dosa,” jawab Tsalabah ra.

“Apa yg kamu keluhkan?,” tanya Nabi Saw kepadanya.

“Seperti ada gerumutan semut-semut di antara tulangku, dagingku, dan kulitku,” jawab
Tsalabah ra.

“Apa yang kamu inginkan?,” tanya Nabi Saw.

“Ampunan Rabbku,” jawabnya.

Kemudian turunlah Jibril as kpd Nabi Saw dengan membawa wahyu dr Allah Swt,
“Andaikata hamba-Ku ini meghadap-Ku dengan kesalahannya sepenuh bumi, Aku akan
menyambutnya dengan ampunan-Ku sepenuh bumi pula.”

Nabi Saw menyampaikan wahyu tersebut kepada Tsalabah ra, dan seketika ia terpekik
dan meninggal. Maka Rasulullah Saw memerintahkan agar ia segera dimandikan dan
dikafani. Ketika selesai menyalatinya, beliau Saw berjalan sambil berjingkat.

Salah seorang sahabat menanyakan mengapa Rasulullah Saw berjalan sambil berjingkat
seperti itu. “Demi Dzat yang telah mengutusku dengan benar sebagai Nabi, sungguh aku
tidak mampu meletakkan kakiku di atas bumi, karena malaikat yang turut melayat
Tsalabah sangatlah banyak,” jawab Rasulullah Saw.

Kisah Tsalabah ra, seorang sahabat yang mulia, memberikan kita beberapa hikmah. Ada
keagungan dalam sikap Tsalabah ra dalam menyikapi rasa bersalahnya. Kesalahan
Tsalabah ra mungkin merupakan sebuah kesalahan yang sepele untuk kita, namun tidak
untuk seorang Tsalabah ra.

Yang dianggap sebagai dosa besar bagi Tsalabah adalah SECARA TIDAK SENGAJA melihat
seorang wanita yang sedang mandi. Ketidaksengajaan inilah yang memicu penyesalan dan taubat dari Tsalabah ra. Sedemikian mulia akhlakmu, hai Tsalabah!

Dan coba kita renungkan perjalanan taubatnya Tsalabah ra. Langkah pertama adalah
ketakutan akan kuasa Allh Swt. Rasa takut akan kuasa Allah Swt mencerminkan betapa
Tsalabah ra adalah manusia yang ihsan, dimana ia tahu dan yakin walaupun tidak ada
seorang pun yang bersamanya saat itu, namun Allah Swt ada dan mengetahui apa yang
dilakukannya. Takutnya Tsalabah ra akan azab Allah Swt atasnya segera menuntunnya ke langkah selanjutnya, yaitu penyesalan.

Penyesalan yang penuh dengan sujud dan tangis selama 40 hari. Hingga Allah Swt
menunjukkan Kasih-Nya dengan mengirim Jibril as untuk mengabarkan mengenai Tsalabah ra yang berada di atas pegunungan, ditempatnya sedang bertobat. Bahkan setelah dijemput, Tsalabah ra masih dalam nuansa penyesalan dan takut yang membuatnya pingsan ketika mendengar ayat Allah yang dibacakan oleh Rasulullah Saw dalam shalatnya. Penyesalan yang kemudian menyebabkan sakitnya Tsalabah ra, hingga Allah Swt menegaskan keagungan-Nya dan ampunan-Nya kepada Tsalabah ra.

Tahap terakhir adalah ampunan Allah Swt atas Tsalabah ra. Sangat terlihat betapa
Allah Swt mencintai hamba-hamba-Nya yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Jika
seorang hamba sudah bertobat dan datang kepada Allah membawa kesalahan seisi dunia, maka akan disambut-Nya dengan ampunan seisi dunia pula. Yaa Allah, subhanaka yaa Ghofururrahim.

Taubat adalah rezeki setiap manusia yang seringkali dilupakan. Allah Swt membuka
pintu taubat selapang-lapangnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Selama hamba-Nya tidak mempersekutukan Allah Swt, maka nikmat taubat itu ada untuknya.

Sungguh merugi manusia yang lalai menikmati rezeki taubat ini, taubat ini gratis
dari Allah Swt dan tanpa tedeng aling-aling. Sebuah kehinaan jika memohon ampunan
atau maaf dari sesama manusia, namun adalah sebuah kemuliaan untuk memohon ampun dari Allah Swt dengan sebaik-baiknya permohonan.

Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Anshari, dikutip dr mukhatashar Kitabit-Tawwabiin yang ditulis oleh Ibnu Qudamah Al-Maqdisy

Sumber: http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/taubatnya-sya-labah-bin-abdul-rahman.htm